JAKARTA, NETRALNEWS.COM - 8-7-2017

Tempat-tempat ngetem, mangkal, ngeceng, tempat “cari mangsa”, dan tempat memadu cinta palsu pekerja seks komersial (PSK) di Jakarta, bukan hanya di Kramat Tunggak dan Kalijodo, yang dua-duanya kini sudah “almarhum”.
Tempat-tempat basah atau tempat esek-esek itu bukan juga hanya di Blok G dan Bongkaran Tanah Abang, atau di Gang Boker di Ciracas, Jakarta Timur, atau yang lainnya yang mungkin Anda tahu. Tetapi jika ditelusuri, sebenarnya sangat banyak, dan sungguh banyak di Jakarta. Sebagai kota megapolitan, kalau tidak ada tempat gituan, ya pasti tidak seru.
Anda mau tahu, sekadar tahu, atau mau tahu banget? Ya bisa ditelusuri. Dan penelusuran itu, yang kemudian diekspos dalam media Netranews.com ini, bukan bermaksud ikut mempromosikan atau menarik para pembaca untuk ke sana. Ini sekadar informasi, sehingga apabila Anda kebetulan singgah atau lewat di tempat-tempat yang disebutkan, tidak kaget kalau tiba-tiba diserbu godaan yang membius, atau minimal Anda bisa menghindarinya, karena takut dosa dan takut penyakit kelamin. Iya, kan?
Nah, ini dia tempatnya kalau di kawasan Grogol, Jakarta Barat, dan sekitarnya. Tempat-tempat ini tidak asing lagi bagi para pria hidung belang yang senang berpetualang mencari kepuasan syahwat yang sampai mati pun tidak akan pernah terpuaskan itu. Minimal, itu kata psikolog Erich Fromm.
Jika Anda mampir di jalan besar dari CitraLand menuju Kalideres, Jakarta Barat, lewat jalur nontol, sekitar pukul 22.00 WIB malam ke atas, hingga menjelang subuh, ya, di situ tempatnya para penjaja cinta semu. Melewati Hotel Daan Jaya, lurus dan belok sedikit, Anda bisa bertanya kepada penjual kwetiau, pasti dia bisa beri info.
Kalau belum jelas, di situ ada warung rokok di pojok jalan agak ke kiri, ada diskotek yang dulu pernah terbakar. Nah di situ tempatnya, sejumla perempuan, baik tua maupun muda, menjajakan dirinya.
Kalau masih belum jelas juga, tidak jauh dari studio stasiun televisi swasta Indosiar, terdapat ruko dan sejumlah bangunan di sekitarnya. Siapa tahu, di balik ruko Anda akan menemukan tempat pelampiasan kenikmatan duniawi. Menuntaskan hasrat bawah pinggang yang mungkin sulit ditemukan di tempat lain. Ya, siapa tahu, mudah-mudahan penulis salah, dan semoga saja salah alamat.
Mereka biasa duduk-duduk, satu-dua orang akan terlihat mata mereka yang tidak pernah tenang. Mereka selalu melihat kiri dan kanan seperti hendak mencari seseorang, padahal tidak. Mereka hanya berpura-pura. Mereka itu orangnya, yang sedang menunggu orang. Mungkin menunggu orang seperti Anda, yang senang keluyuran malam sambil cari angin malam.
Kata teman yang pernah keluyuran malam di kawasan itu, para PSK itu sering mengaku namanya Sinta, Intan, Yuni, atau Leni. Beberapa tahun lalu, mereka masih tergolong ABG alias "anak baru gede". Mungkin sekarang sudah dewasa, sudah ke luar dari status ABG.
Untuk tarif PSK yang mangkal atau ngetem di sepanjang Jalan Daan Mogot sekitar Citraland, tergolong murah, bahkan amat murah, sekira Rp150.000, untuk short time, atau istilahnya "sekali main". Namun, harga itu masih bisa dinego, seperti ibu-ibu menawar harga ayam di pasar. Tetapi, biasanya para PSK meminta dipercepat lama "permainan"-nya, agar si PSK segera mencari mangsa berikut,
Untuk melakukan kencan dengan PSK, di kawasan itu terdapat motel murah, yang penting Anda tidak membeli alat kontrasepsi atau obat kuat di sekitar itu, pasti mahal harganya.

Selain itu, ada juga tempat lainnya, yang masih di sekitar Grogol. Maka di Jalan Tubags Angke,Grogol, Petamburan, Jakarta Barat. Ada tempat “ngetem “ para PSK itu sudah dirazia pada 2014 lalu. Namun, penuis belum menelusuri lagi apakah di tempat itu masih jadi tempat mangkal PSK atau tidak? Atau mungkin Anda lebih tahu soal keberadaan PSK di kawasan itu.
Penulis : Thomas Koten
Editor : Y.C Kurniantoro


Viewed

manusia.org